Pasangan Boleh Bertengkar, Tapi Jangan Sampai Melakukan "Hal Ini", Kalau Gak Mau Nyesel!

Hubungan dua orang, tidak mungkin selalu tenang, pasti akan ada saatnya ketika hujan turun.

Dunia dua orang, tidak mungkin selalu romantis terus, pasti akan ada perselisihan.


Semakin saling menghargai, semakin kita peduli tentang kata-kata dan perbuatan masing-masing. Sedikit luka saja, akan membuat kita tenggelam dalam kesedihan.

Perselisihan datang karena masing-masing memiliki pikirannya sendiri. Marah karena masing-masing mempunyai suasana hati mereka sendiri dan dia tidak mengerti.

Sponsored Ad


Bertengkar, terjadi karena otak panas dan tanpa sengaja mengeluarkan kata-kata yang membuat pihak lain merasa sakit.

Putus, terjadi karena amarah di kepala, kehilangan akal sehat dan ingin melukai satu sama lain.


Sponsored Ad

Jadi perang dingin tidak ada siapa yang salah. Pada kenyataannya, meskipun saling tidak berdaya, dia pasti ingin dijaga dan dihibur, menunggu pihak lain mengambil inisiatif.

Ketika diam, tidak ada yang peduli dengan siapa-siapa. Kenyataannya meski sangat sedih, tapi masing-masing tidak ingin kehilangan satu sama lain, di satu sisi juga tidak tahu bagaimana cara menyelesaikannya.


Sponsored Ad

Bukannya tidak ingin damai, tetapi keduanya saling menolak untuk menghubungi dan tidak ada yang memperbaiki hubungan ini. Tidak ada yang mau mengakuinya terlebih dahulu. Bukannya tidak mau balikan, tetapi tidak ada yang mau minta maaf dahulu.


Ketika tidak bisa menahan, keduanya saling rindu karena sudah terbiasa saling memiliki.

Pada akhirnya, keduanya ingin saling minta maaf, karena tidak ingin meninggalkan satu sama lain.

Sponsored Ad


Orang yang bersedia menurunkan harga diri untuk mengambil inisiatif minta maaf itu adalah orang yang paling tidak ingin kehilangan kamu.

Orang yang bersedia untuk mengalah adalah orang yang paling menghargai kamu.


Hubungan tidak mungkin tidak bertengkar. Tapi jangan sampai tidak berbicara kepada satu sama lain.

Sumber: hellol

Kamu Mungkin Suka