Terlalu Sedikit! Kencan Pertama Cuma Dibayar Rp 15 Juta, ABG Ini Bongkar Kalangan Sugar Daddy Indonesia!

Ralina, begitulah nama samaran dari seorang gadis yang menjadi sugar baby (wanita simpanan sugar daddy) sejak ia masih duduk di bangku kelas 2 SMA. Ralilna mengaku ia mulai terseret ke dunia ini karena suka pergi ke klub.

Pergi ke klub membutuhkan uang yang tidak sedikit, meski setiap bulan mendapat uang jajan dari orang tuanya tapi ia merasa terbebani. Keluarga Ralina bukanlah keluarga yang susah, tapi ia hanya tidak ingin terlalu menghamburkan uang kedua orang tuanya.

Sponsored Ad

"Awalnya itu pas SMA pertama kali kenal dunia klub karena dulu kan masih pakai biaya orang tua. Terus mikirnya misalnya di klub kita masih pakai biaya orang tua, kayak nyusahin banget, nguras biaya," ujar Ralina

Merasa telah menghambur-hamburkan uang orang tua, ia memutuskan mencari cara untuk memenuhi kebutuhan sekundernya itu. Alhasil, Ralina tergiur tawaran temannya untuk menjadi simpanan pria dewasa yang memiliki pekerjaan mapan alias sugar daddy.

Sponsored Ad

Sebelum bersentuhan dengan para sugar daddy, Ralina mengaku kesuciannya telah hilang sejak pertama kali pacaran, yakni sejak duduk di bangku 1 SMA. Perempuan kelahiran 1998 ini memutuskan untuk menenggelamkan diri pada arus yang membawanya pada dunia kelam yang terlanjur ia sentuh.

Pertama kali Ralina dikasih bayaran sampai Rp 15 juta, sebenarnya uang segitu sangatlah sedikit. Mengingat dia masih SMA di kala itu, biaya sewa sugar baby anak SMA lebih mahal ketimbang sugar baby yang sudah berusia 20 tahun ke atas.

Sponsored Ad

“Pertama kali dikasih bayaran sampai Rp 15 juta, itu sampe. Dan bodohnya waktu itu sebenarnya Rp 15 juta itu uang sedikit untuk (sugar baby) anak SMA. padahal kalau misalnya kitanya pintar, kalau aku terjunnya lebih jauh, aku bisa dapat lebih daripada itu.” jelasnya.

Kemudian ada dua cara main yang dilakukan antara sugar daddy dan sugar baby, yakni sistem kontrak dan abis main udahan. Kalau sistem kontrak itu jatuhnya seperti wanita simpanan.

Sponsored Ad

“Misalnya dikontrak selama 3 bulan. Tiga bulannya itu benar-benar kayak sebulan sekalinya itu untuk melakukan hubungan suami-istri. Tapi per harinya atau per minggunya kita cuma jalan, makan, nemenin dia fun, kayak gitu-gitu aja sih. Jadi gak semuanya tidur langsung ini, terus yang nemenin jadi simpanan, enggak. Ada banyak pilihan juga.” tutur Ralina.

Ralina sendiri mengaku dirinya pernah mengambil yang sistem kontrak selama tiga bulan. Ia merasa sistem kontrak jauh membuat dirinya merasa lelah karena harus selalu meladeni chattingan whatsapp dari si sugar daddy ini.

Sponsored Ad

Kemudian jika si sugar daddy sedang bersama dengan istri, sugar baby tidak boleh mem-whatsapp sugar daddy. Pada sistem ini lebih ada batasan-batasan yang terjadi, lagipula sugar daddy hanya menghubunginya seminggu dua kali saja karena om-om itu juga punya kerja dan keluarga.

Waktu kencan mereka juga tidak menentu, pokoknya kalau si sugar daddy mengajaknya keluar, yah si sugar baby ini harus nurutin segala perkataannya, jika tidak ia bakal ngambek. Ralina juga mengatakan kalau sugar daddy ini melarang dirinya untuk berhubungan dengan cowok lain, bahkan yang hanya teman.

Sponsored Ad

Sebenarnya sugar daddy lebih parah dari pacar, tapi ia bisa nge-treat dirinya lebih baik. Mangkanya Ralina mengaku masih ingin menjalani dunia ini. Kemudian ia mengatakan kalau dirinya selalu hanya meminta uang dari sugar daddynya.

Ia tidak pernah minta apartemen, rumah atau mobil karena jika sudah habis kontrak ia akan kewalahan dengan proses balik nama. Hal ini juga akan membawanya ke ranah hukum yang ia tidak pahami sama sekali. Jadi lebih baik minta uang saja.

Sponsored Ad

Para sugar daddy yang pernah menjalin hubungan dengan Ralina adalah para om-om dari kalangan BUMN, pengusaha dan juga anggota kepolisian/TNI.  

Ketika ditanya mengapa Ralina bisa terjun ke klub dan akhirnya menjadi sugar baby? Ia menjelaskan kalau keluarganya tidak harmonis, ada orang ketiga dalam hubungan pernikahan ayah dan ibunya. Dimana sang ibu memiliki pria lain, yang mengakibatkan keluarganya berpisah.

Sponsored Ad

Sang ibu memiliki kekasih yang jauh lebih muda dari dirinya. Selain itu kesibukan ayahnya yang selalu bekerja hingga larut malam, menyebabkan kurangnya perhatian untuk Ralina.

"Mereka (orang tua) enggak bisa ngasih apa yang aku butuh. Perhatian itu gampang enggak perlu pakai uang, enggak perlu minjam ke bank, itu saja susah banget dikasih. Waktu saja enggak berharga banget buat anak yang mereka buat dulu, mereka sayang sebenarnya sama aku tapi (memberi) perhatian aja susah, apa-apa uang," tuturnya.

Sponsored Ad

Kini Ralina, masih menjalankan hubungan dengan seorang sugar daddy. Tapi ia juga mengaku berencana meninggalkan dunia tersebut dan memiliki kehidupan normal. Seperti wanita pada umumnya, Ralina ingin menikah dengan pria yang tulus mencintainya.

“Ya penginnya menikah setelah lulus kuliah dan kerja 2 tahun,” tuturnya. 


Sumber : kumparan

Kamu Mungkin Suka