Wanita Ini Rayakan Kenaikan Gaji Suami, Namun Sepucuk Surat yang Jatuh Dari Baju Sang Istri Membuat Ia Nangis!

Kurasa setiap orang membutuhkan sebuah cinta yang seperti ini. Sebuah cinta yang tak mengenal syarat dan sebuah cinta yang tak lekang oleh waktu. Cinta yang bukan karena harta, melainkan cinta terhadap individunya.

Seorang suami sudah sejak lama ingin meminta bosnya untuk menaikan gajinya. Suatu hari, di hari jumat pagi, dia bangun seperti biasanya dan mengatakan pada istrinya,”Aku akan melakukannya hari ini, sayang. Aku akan meminta pada bosku untuk menaikan gajiku.”

Sponsored Ad

Sore hari ketika sudah mendekati jam pulang kerja, ia mendekati ruang bosnya dan akhirnya mengumpulkan tekad untuk memberanikan diri untuk berbicara dan meminta kenaikan gaji. Berkat kepercayaan dirinya, sang bos pun setuju.

Sponsored Ad

Pria ini gembira bukan main, dia merasa berada di puncak dunia. Dan ketika ia pulang ke rumah, ia melihat meja makannya sudah ditata sebegitu indahnya dilengkapi dengan makanan yang lezat, tidak ketinggalan lilin cantik yang sudah menyala.

Sang istri sudah menyiapkan sebuah hidangan yang begitu sempurna untuk merayakan hari ini. Suaminya berpikir barangkali ada teman kantornya yang diam-diam sudah memberi tahu sang istri. Tapi dia tidak begitu peduli, ia berjalan ke arah dapur kemudian memeluk serta mencium istrinya.

Sponsored Ad

Ia mengatakan kabar gembira ini dan mengajak sang istri untuk duduk di meja makan menikmati hidangan ini. Tepat di atas meja makannya, ada sepucuk surat. Sang suami mengambil surat itu lalu membukanya. Ia mulai membaca isi surat tersebut.

Surat itu bertuliskan,”Selamat Sayang! Aku tahu kamu akan mendapatkan kenaikan gaji. Semua yang ada di meja makan ini adalah sebuah ungkapan untuk memberitahumu seberapa cintanya aku padamu.”

Sponsored Ad

Sang istri melayani suaminya dengan berbagai macam hidangan dan ketika ia hendak mengambil makanan penutup di dapur, jatuh sepucuk surat lainnya dari kantong apron yang ia kenakan tanpa sepengetahuannya.

Sponsored Ad

Sang suami penasaran dan ia bangun dari kursinya untuk mengambil surat tersebut. Dipungutnya surat itu dari lantai dan dibuka isinya. Seketika itu ketika ia membaca kalimat pertama, air mata sudah berlinang di pipinya.

Di dalam surat itu bertuliskan,”Jangan khawatir, sayangku! Meski kamu tidak mendapat kenaikan gaji, kamu layak mendapatkannya lebih dari itu. Meja makan ini, hidangan ini, lilin ini, makanan fantastis ini, semuanya ini hanya perantara sederhana yang ingin memberitahumu seberapa aku mencintaimu.”

Sponsored Ad

Cinta sang istri kepada suaminya tidak bersyarat. Cintanya tidak tergantung dari seberapa sukses pekerjaan suaminya. Kenyataannya justru sebaliknya, jika suaminya gagal dan jika suaminya ditolak, dia akan menerimanya dan setia berada di sisinya.

Sponsored Ad

Bayangkan jika di saat suami sedang ditolak oleh dunia ini dan ada seorang wanita yang mampu menerima sang suami apa adanya, benar-benar yakin dengannya dan sungguh-sungguh mencintainya serta mendukungnya dengan sepenuh hati, tentu saja hal itu akan menjadi semangat baru bagi suami untuk bangkit dan meraih apa yang ingin ia raih.         

Sumber : facebook

Kamu Mungkin Suka