Sudah Jatuh Tertimpa Gentong, Keluarga Pasien Corona di Tangerang Malah Ditagih Biaya Pemakaman Rp 15 Juta

Viral sebuah pesan berantai soal kabar adanya sebuah keluarga korban COVID-19 atau virus corona harus membayar Rp 15 juta ke rumah sakit.

Menurut pesan tersebut, peristiwa penarikan uang dilakukan oleh sebuah rumah sakit swasta di Kota Tangerang. Di sana juga tercantum sebuah foto kwitansi pembayaran.

"Kemudian keluarga korban dikenakan biaya ambulans, peti jenazah, pendamping tenaga yang memakai alat APD sekitar ada 4 orang," tulis pesan tersebut.

Sponsored Ad

Selain itu, disebut juga Pemerintah Kota Tangerang enggan menangani kasus penarikan uang dari RS. kumparan kemudian menelusuri pesan yang beredar tersebut.

Berdasarkan temuan kumparan, cerita viral itu pertama kali diunggah oleh sebuah akun Facebook berinisial LP pada Minggu (12/4). LP tak membantah soal cerita itu. Namun, kini LP sudah menghapus unggahan tersebut.

Humas Pemkot Tangerang, Buceu Gartina, juga membantah tuduhan bahwa pihaknya tak melakukan sesuatu. Menurut Buceu, pihaknya sudah memberikan teguran terhadap rumah sakit tersebut.

Sponsored Ad

Selain itu Kepala Dinas Kota Tangerang, Liza Puspadewi, melalui sebuah video menjelaskan bahwa Pemkot Tangerang telah menyampaikan kepada seluruh rumah sakit di Kota Tangerang soal tak boleh ada penarikan biaya pemakaman dan mobil jenazah.

"Sementara Pemkot Tangerang telah menyiapkan peti jenazah sebanyak 23 unit yang tersebar 10 rumah sakit," ujar Liza dalam video.

Sponsored Ad

Liza juga mengatakan Pemkot Tangerang sudah mengeluarkan surat teguran untuk rumah sakit yang viral tersebut. Ia juga menegaskan apabila ada korban meninggal karena COVID-19, pihak keluarga atau rumah sakit bisa menghubungi layanan gawat darurat Pemkot Tangerang. 


KOMENTAR NETIZEN:

Sumber: LINE TODAY

Kamu Mungkin Suka