Ngutang Kalau Belum Gajian, Penjaga dan Petugas Sekolah yang Dikeroyok Siswa Ini Hidupnya Perih!

Atapnya seng, dindingnya juga seng. Ada bagian dinding yang terbuat dari anyaman pelepah rumbia. Rumah itu tanpa tiang. Lebih mirip bentuk kubus.

Sebuah kain menyembul dari dinding anyaman rumbia yang sudah lapuk itu. Tampaknya itu adalah jendela. Itulah rumah Faisal Dg Pole (38) di Tambakola, Dusun Jempang, Desa Kalukuang, Kecamatan Galesong, Takalar. Faisal Daeng Pole, bekerja sebagai penjaga sekolah sekaligus petugas kebersihan di SMPN 2 Galesong Selatan, Takalar.

Sponsored Ad

Ia bekerja belum cukup setahun bekerja, ketika kemudian harus menerima beberapa jahitan, akibat luka usai dapat perlakuan tak menyenangkan dari siswa SMP di sekolah tempatnya bekerja dan pada akhirnya memilih menempuh jalur damai dengan orang tua murid serta murid sekolah tersebut yang berbuat tak terpuji.

Sponsored Ad

Bekerja di sekolah tersebut hanya mendapatkan gaji Rp350 ribu per bulan. Ia terima per triwulan, jadi hanya mendapatkan Rp700 ribu per 3 bulan. Kepala Polres Takalar, AKBP Gany Alamsyah, mengatakan kasus ini selesai saat Faisal  meminta untuk berdamai karena ia mengaku juga melakukan kesalahan saat menegur anak-anak tersebut dengan tamp aran.

“Dia dikatai 'pegawai anj*ng, pegawai najis'. Dari situ ia tersinggung dan mena mpar murid tersebut. Nah orang tua murid datang dan membalas, tapi semua sudah berdamai,” kata Gany.

Sponsored Ad

Kehidupannya ternyata tak senyaman yang dibayangkan. Dengan gaji yang terbatas, dia berjualan es krim di waktu libur, untuk membiayai istri dan anaknya yang masih duduk di bangku taman kanak-kanak.

"Semenjak musim hujan ini, tidak pernah jualan es krim. Jadi terpaksa saya ngutang di tetangga dulu, dan kalau sudah gajian baru di bayar," ucap Daeng istri daeng Pole. Biaya hidup semakin mahal. Itulah yang membuat Daeng Pole harus bekerja keras. Apalagi sudah mempunyai seorang anak. Dari kasus ini ada baiknya kita mengambil pelajaran untuk senantiasa saling menghargai dan tak menyakiti apapun pekerjaannya selama itu pekerjaan yang baik janganlah kita berkata tak baik.


Sumber: Rakyatku