Tragis Tapi Nyata! Selir Istana Harus Mewakili Permaisuri Untuk "Tidur Bersama Calon Kaisar"! Ternyata "Alasan Dibaliknya" Bikin Merinding Geli!

  • 2018-04-18

Banyak orang mengetahui kisah kehidupan kerajaan pada masa dinasti Qing lewat film-film. Meskipun tidak mengetahui keseluruhan ceritanya, namun semua orang tahu betapa sulitnya kehidupan para selir di istana yang mungkin tidak bisa dibayangkan oleh orang modern. Bahkan sebenarnya, istana memiliki institusi yang khusus untuk mengurus para selir ini.


Salah satu kantornya bernama “kamar khusus” yang digunakan untuk mengurus segala urusan kaisar. Dan juga ada sebuah sistem di istana yang disebut “percobaan perkawinan” dimana baik kaisar maupun permaisuri sebelum menikah haruslah melakukan percobaan perkawinan ini. Dan para wanita yang bertugas dalam percobaan perkawinan ini sering disebut sebagai pelayan kamar atau selir percobaan.

Sponsored Ad


Biasanya, ketika tanggal pernikahan sudah diatur dan calon suami untuk permaisuri sudah disiapkan, ibu Suri atau Ratu biasanya akan mencoba memilih satu selir yang cantik dan pintar untuk melayani permaisuri dan juga mengantar mas kawin permaisuri ke rumah calon suaminya. Dan malam harinya, selir itu akan melakukan percobaan perkawinan dengan calon suami permaisuri untuk mengamati sifat, temperamen serta fisik calon suami permaisuri sebelum dinikahi.

Sponsored Ad


Dan setelah malam itu lewat, selir ini akan kembali ke istana dan melaporkan semua informasi yang telah ia kumpulkan. Tapi, kalau ia disukai oleh calon suami ini, dan permaisuri mengizinkannya, maka ia bisa menjadi mas kawinnya dan juga menikah dengan calon suami permaisuri.


Ini mungkin sesuatu yang sulit dibayangkan pada masa sekarang. Tapi, ini bukan hanya sistem percobaan perkawinan. Kehidupan para selir ini sangat sulit dibayangkan. Menurut catatan sejarah dinasti Qing, setelah selir ini menikah dan diberi tempat tinggal oleh pemerintahan, ia dan suaminya tidak boleh tinggal bersama. Tugas selir ini hanya sebatas mengasuh anak dan mengurus rumah. Untuk bertemu, ia dan suaminya harus membayar sejumlah uang yang banyak. Pada waktu itu, semua putri pada masa dinasti Qing yang ingin menikah harus melewati banyak aturan termasuk percobaan perkawinan, pesta pernikahan dan kehidupan setelah pernikahan.


Dan setelah menikah mereka harus tinggal berpisah dengan suami. Mereka tidak bisa makan bersama dan bahkan jika keluarga hendak mengunjungi mereka saja, harus melalui perjanjian.


Sumber: teep

Kamu Mungkin Suka