Saya Pikir, Asal Saya "Sukses", Itu Sudah Cukup! Tapi Saya SALAH BESAR! Setiap Kali Melihat "Anak Saya", Hati Saya Terasa Pedih!
Banyak orang tua mungkin berpikir mereka punya banyak waktu untuk menemani anak mereka, tapi sekali kedip mata, tak terasa mereka sudah kehilangan kesempatan itu.
Tanpa kita sadari, anak-anak tumbuh besar dengan cepat. Sangat cepat. Perasaan baru kemarin masuk TK, tahu-tahu sekarang sudah SMA.
Waktu itu terlalu cepat berlalu, karena itu waktu kita sebagai orang tua untuk menemani dan mendidik mereka sangatlah terbatas.
Masa-masa emas untuk menemani anak adalah usia 5 sampai 15 tahun. Orang tua cuma punya waktu 10 tahun. Jika tidak digunakan baik-baik, maka selamanya selamanya tidak akan kembali lagi.
Sponsored Ad

Ya, kita semua juga tahu bahwa dewasa ini, orang tua sibuk bekerja, tidak punya waktu untuk anak. Orang tua menganggap cari uang yang banyak adalah demi kebaikan anak, tapi sayangnya orang tua tidak tahu, anak sebenarnya tidak pernah menuntut apa-apa, hanya Anda sebagai orang tua dan teman terdekatnya untuk menemaninya.

Ketika anak masih kecil, Anda adalah pahlawan di matanya. Mau diajari apapun gampang. Tapi ketika anak sudah besar, ia akan punya pemikirannya sendiri. Hubungan dengan orang tua juga tidak seakrab dulu lagi. Jika ia tidak pernah merasakan kedekatan dengan orang tua, maka setelah tumbuh besar ia akan berlari ke temannya, pacarnya. Pantas saja ada anak yang semakin besar semakin ada jarak dengan orang tuanya.
Sponsored Ad

Ada sebuah pepatah, "Seorang ayah melebihi seratus kepala sekolah."
Mungkin orang tua merasa mendidik anak adalah tanggung jawab guru di sekolah, tapi itu SALAH BESAR.
Pendidikan itu dimulai dari rumah, dari Anda, orang tuanya. Bahkan, pendidikan dalam lingkungan jauh lebih penting daripada pendidikan formal.
Mendidik anak adalah kewajiban orang tua, bukan guru atau kepala sekolah. Guru hanya mengajarkan ilmu pengetahuan kepada anak, tapi untuk membangun karakter dan mentalnya, harus dimulai dari Anda.
Sponsored Ad

Ketika hari libur, bawalah anak Anda keluar jalan-jalan. Ketika hari hujan, bawalah anak Anda keluar untuk melihat pelangi. Ketika nilai anak jelek di sekolah, jadilah penyemangatnya bukan penghukumnya. Saat anak ada masalah, jadilah teman terbaiknya.
Seperti yang dikutip dalam buku Ayah miskin, ayah kaya, "Sukses itu ada waktu untuk menemani anak."
Pengetahuan dan keterampilan yang dipelajari di sekolah tidak sebanding dengan pendidikan yang diberikan oleh orang tua.
Sponsored Ad
Kalau orang tua bisa memberi contoh yang baik untuk anak, banyak-banyak menemani anak, secara aktif membangun karakternya dan prospek masa depannya, disitulah letak keberhasilan orang tua. Keberhasilan dalam karir tidak sepadan dengan keberhasilan orang tua mendidik anak-anak menjadi orang hebat.

Selagi masih ada waktu, temanilah anak Anda. Ketika sudah besar nanti, Anda pasti akan bersyukur telah menghabiskan waktu menemani anak di masa-masa terpentingnya!
Sumber: licaibao