Dalam Perang, Tentara Negara Lawan Tidak Boleh Diserang Saat Terjun Payung. Ternyata "Alasan Dibaliknya" Sangat Sederhana!

  • 2018-04-24

Tidak menembak pilot yang sedang turun terjun payung termasuk dalam isi perjanjian Konvensi Jenewa.

Konvensi Jenewa terdiri dari empat perjanjian, tiga protokol tambahan yang menetapkan standar hukum internasional untuk pengobatan kemanusiaan perang. Konvensi ini ditetapkan pada tahun 1949, negosiasi setelah Perang Dunia Kedua. Secara luas, perjanjian ini melindungi hak-hak dasar para tahanan perang (warga dan personel militer), melindungi orang yang terluka dan warga sipil di sekitar area perang. Namun, kenapa peraturan ini bisa berlaku baik sampai hari ini, tidak semua karena perjanjian ini.

Sponsored Ad

 

Perjanjian ini melarang pembantaian warga sipil, namun Jepang melakukan pembantaian massal di Nanjing. 

Perjanjian melarang tahanan dihabisi, namun malah terjadi tragedi Katyn. Peristiwa Katyn adalah penghabisan massal yang dilakukan terhadap kurang lebih 22000 bangsa Polandia oleh Uni Soviet pada April-Mei 1940.

Perjanjian melarang pemboman massal, tapi lihat apa yang terjadi di Afghanistan dan Irak.

Bisa dibilang Perjanjian Jenewa sama sekali tidak berguna, ditetapkan hanya untuk dilanggar.

Sponsored Ad

 

Namun kenapa peraturan tentang terjun payung ini bisa dilaksanakan dan tidak banyak dilanggar?

Alasannya sederhana, kalau negara A menyerang pilot negara B saat terjun payung, bisa saja suatu waktu pilot negara A yang gantian diserang. Orang yang terjun payung paling mudah diserang, jadi lebih baik menuruti aturan ini karena saat terjun payung adalah saat terlemah semua orang.

Sampai kini, aturan ini sudah menjadi aturan internasional yang diketahui para angkatan udara. Namun tentu saja masih ada beberapa negara yang melanggar. Seperti tentara AU Jepang saat perang dunia kedua menyerang para tentara yang sedang terjun payung.

Sponsored Ad

Saat perang Pasifik, juga ada para tentara Jepang yang terjun payung turun di lautan, dan para tentara Amerika menghabisi mereka. 

Begitulah, semoga seiring modernnya dunia, para manusia bisa semakin bijak dan menghargai hak orang lain. Semoga sisi kemanusiaan mereka bisa semakin kuat dan tidak terjadi lagi peperangan yang tidak berguna ini.

Sumber: coco

Tulisan yang ditampilkan dalam artikel ini dilindungi oleh undang-undang Hak Cipta. Dilarang menyalahgunakan/menggunakan/mencetak seluruh isi atau sebagian, dan memperbanyak tanpa izin tertulis dari pihak Cerpen.co.id

Kamu Mungkin Suka