Di Tinggal dan Makan Makanan Aneh Bersama Suku Primitif Selama 3 Hari, Siapa Sangka Setelah Pulang, Tubuhnya Mengalami "Perubahan yang Mengejutkan"!

  • 2018-04-25

Banyak bukti menunjukkan bahwa semakin banyak dan beragamnya mikrobiota di dalam usus, maka risiko tertular penyakit pun akan semakin rendah. Pola makan adalah kunci untuk menjaga keseimbangan mikrobiota usus.

Mikrobiota usus adalah kelompok besar bakteri di usus, baik itu baik maupun jahat, yang memiliki dampak besar pada metabolisme, sistem kekebalan, dan suasana hati manusia. Setiap sudut saluran pencernaan adalah habitat dari mikrobiota usus dan mereka memiliki berat 1-2 kg di mana sebagian besar dari mereka berada di usus besar.

Sponsored Ad

Seorang mahasiswa asal Inggris pernah melakukan sebuah eksperimen. Selama sepuluh hari berturut-turut, dia hanya makan McDonald's saja dan akibatnya empat hari kemudian, jumlah bakteri baik dalam ususnya pun berkurang drastis.

Di samping eksperimen tersebut, beberapa penelitian lain terhadap manusia dan hewan juga menunjukkan hasil yang sama.

Orang-orang yang kurang sehat biasanya mengalami ketidakseimbangan mikrobiota usus. Setelah melakukan perubahan pola makan, mikrobiota usus dan kesehatannya pun pasti akan mengalami perubahan yang luar biasa.

Sponsored Ad

 

Sebuah Kesempatan Langka


Salah seorang kolega yang bernama Jeff Leach mengundangku untuk melakukan kunjungan lapangan ke Tanzania.

Jeff sendiri telah cukup lama tinggal bersama orang-orang Hadza untuk mempelajari lebih lanjut tentang mereka. Hadza adalah suku asli Tanzania Tengah bagian utara dan merupakan salah satu suku pemburu di Afrika.

Mikrobiota ususku sendiri tergolong sangat baik dan berdasarkan uji sampel dalam proyek "MapMyGut", aku termasuk ke dalam 100 terbaik. Hasil pengujian tersebut menentukan tingkat kesehatan usus. Orang-orang dengan mikrobiota usus yang baik cenderung tidak akan mengalami obesitas dan risiko untuk terserang penyakit pun rendah.

Sponsored Ad

Mikrobiota usus suku Hadza sendiri adalah salah satu yang terbaik di dunia

Jeff memintaku tinggal di sana selama tiga hari dan sekaligus mengikuti gaya hidup suku Hadza. Di sana, aku tidak bisa mencuci tangan, tidak bisa mendesinfeksi dengan alkohol, dan harus berburu untuk mengumpulkan makanan. Sebelum pergi ke Tanzania dan tinggal bersama suku Hadza, aku memeriksakan terlebih dahulu kondisi mikrobiota ususku.

Dalam perjalanan ini, Dan Saladino mengikuti dan membantu kami merekam untuk keperluan dokumentasi. Dia adalah seorang yang tak kenal takut dan sekaligus produser program "Food Programme" di British Broadcasting Corporation Radio 4 yang sedang mempersiapkan program khusus untuk mikrobiologi suku Hadza.

Sponsored Ad

Setelah penerbangan yang panjang untuk mencapai Bandara Kilimanjaro di Tanzania, kami kemudian menghabiskan malam di bagian utara kota Arusha. Sebelum berangkat keesokan paginya, aku melakukan pemeriksaan awal.

Kami harus menempuh perjalanan panjang dengan Land Rover selama delapan jam sebelum akhirnya mencapai tujuan kami. Jeff menyambut kami untuk kemudian mendaki ke puncak sebuah batu besar dan menyaksikan matahari terbenam terindah di Danau Eyasi. Situs Olduvai Gorge yang terkenal dan Dataran Serengeti yang megah semuanya terlihat dengan jelas.

Sponsored Ad

Tiga hari hidup dengan suku primitif

Suku Hadza masih tergolong sebagai suku primitif dan selama ini mereka tetap berburu dan mengumpulkan makanan. Pengalaman tinggal bersama suku Hadza ini adalah pengalaman berharga.

Orang-orang Hadza tidur di dekat api unggun atau dalam pondok jerami di malam hari. Mereka memberiku sebuah tenda dan menyuruhku menutupnya rapat-rapat agar terhindar dari kalajengking dan ular yang berkeliaran.

Setelah tidur malam yang nyenyak namun cukup membuat deg-degan, keesokan paginya aku melihat tumpukan buah pohon baobab di hadapanku. Ternyata itu adalah sarapan pagiku.

Sponsored Ad

Buah pohon Baobab adalah makanan pokok suku Hadza yang mengandung banyak serat, vitamin, dan lemak. Saat melihat sekeliling, ternyata kita memang dikelilingi oleh pohon baobab besar.

Buah pohon ini memiliki cangkang keras namun tidak sulit untuk membukanya. Daging buahnya kaya akan vitamin C, rasanya menyerupai rasa jeruk yang kuat, dengan biji-biji besar yang kaya lemak.

Wanita suku Hadza akan mencampurkan daging buah dengan air, lalu mengaduknya dengan tongkat selama dua sampai tiga menit, sehingga bentuknya menyerupai bubur susu. Kemudian mereka akan menyaringnya ke dalam cangkir. Rasanya sangat menyegarkan dan enak untuk dimakan. Karena aku tidak yakin apa yang akan disajikan berikutnya, akupun minum dua gelas dan tiba-tiba merasa kenyang.

Sponsored Ad

Makanan berikutnya ternyata buah beri liar yang berasal darii banyak pohon di sekitar kamp, salah satunya adalah beri kongorobi kecil.

Beri dingin, menyegarkan, dengan sedikit rasa manis, memiliki lebih dari 20 kali serat dan polifenol. Ini tentu akan sangat baik untuk mikrobiota ususku.

Saat makan siang, aku makan beberapa umbi yang berserat tinggi. Para wanita Hadza menggunakan tongkat berujung runcing untuk menggali umbi tanaman dari tanah dan kemudian melemparkannya ke atas api.

Sponsored Ad

Makanan ini membutuhkan lebih banyak kunyahan. Tidak menambah pun aku sudah cukup kenyang, mungkin aku sudah makan banyak serat saat sarapan tadi. Tidak ada dari mereka yang mengkhawatirkan makan malam.

Beberapa jam kemudian, mereka meminta kami untuk bergabung dengan operasi berburu landak. Selama 4 tahun ini, Jeff bahkan belum pernah memakannya.

Dua ekor landak seberat 20 kilogram berhasil kami tangkap. Kemudian, kami menyalakan api unggun, sementara beberapa orang yang ahli memotong duri-duri landak tersebut. Selain daging, beberapa organ dalamnya pun diambil lalu dimakan.

Sponsored Ad

Makanan penutup kami adalah madu yang dikumpulkan dari pohon baobab yang tinggi, berwarna emas, dan itu madu terbaik yang pernah kurasakan. Kombinasi gula dan lemak alami membuat makanan penutup kami menjadi makanan padat energi.

Di tanah Hadza ini, tidak ada yang terbuang atau pembunuhan yang tidak perlu. Di sana ada spesies tanaman dan hewan yang dapat dimakan (sekitar 600 spesies, sebagian besar burung).

Hal lain yang paling mengesankan adalah orang-orang Hadza menghabiskan hanya sedikit waktu untuk mengumpulkan makanan. Seakan-akan di semua penjuru terdapat makanan.

 

Mikrobiota usus mengalami perubahan yang luar biasa

Setelah kembali ke London, aku mengirimkan sampel kembali untuk diuji di laboratorium.

Hasilnya menunjukkan bahwa ada perbedaan jelas antara sampel awal dengan akhir. Kabar baiknya adalah bahwa mikrobiota ususku telah meningkat secara drastis sebesar 20%!

Kabar buruknya adalah beberapa hari setelah kembali ke kehidupan normal, mikrobiota ususku kembali ke keadaan sebelumnya.

Dari sini kita bisa melihat bahwa tidak peduli seberapa baik pola makan dan kesehatan usus kita, itu semua pasti tidak sebaik nenek moyang kita dulu. Sepertinya semua orang harus berusaha untuk meningkatkan kesehatan usus melalui pola makan dan gaya hidup "liar"!

 

Sumber: bldaily

 

Kamu Mungkin Suka