Klarifikasi Audrey Yu Gadis Surabaya Soal Kerja di NASA Bergaji 200 Juta dan Ditawari Jokowi Posisi Strategis

Audrey Yu Jia Hui beberapa waktu lalu sempat bikin heboh.

"Saya lulus Summa cum Laude dan Phi Beta Kappa pada usia 16 dari salah satu universitas terbaik dan tertua di Amerika, College of William and Mary di Virginia," tulis Audrey dalam blog pribadinya.

Kepintaran dan kecerdasan Audrey justru membuatnya terkucilkan.

Orang-orang dewasa di sekitarnya menganggapnya tidak normal.

Teman sebayanya menyebutnya aneh, harus dijauhi, dan tidak bisa diajak berteman.

Usai lulus kuliah Audrey berniat mendaftar jadi anggota TNI yang saat itu masih bernama ABRI.

"Setelah lulus, saya ingin mendaftar di militer Indonesia (ABRI), yang belum pernah dilakukan gadis Cina sebelumnya".

"Yang mengejutkan saya, saya menjadi beban cemoohan dan mendapat ancaman dari semua pihak (bahkan dari keluarga saya sendiri), serta pelecehan ras yang tak ada habisnya," lanjutnya.

Belakangan diketahui, Audrey ditolak masuk jadi anggota TNI karena usianya saat itu masih 17 tahun.

Audrey sempat bekerja sebagai pengajar Bahasa Inggris di Tiongkok.

Karena gagal masuk jadi anggota TNI, Audrey memutuskan menempuh S-3 di Paris, mengambil jurusan Fisika dan Bahasa.

Audrey lulus S-3 di usia kurang dari 25 tahun.

Dia aktif menulis buku tentang Indinesia dan jd best seller di seluruh Dunia. Bukunya yg terkenal adlh Indonesia Tanah Airku, Aku Cinta Indonesiaku. Krn gagal msk TNI dia memutuskan ambil S-3 di Paris jg ambil 2 bidang Fisika dan Bahasa. Lulus diusia krg dr 25 thn.

Lulus S-3, Audrey langsung diterima bekerja di Badan Antariksa Amerika Serikat, NASA.

Tak tanggung, tanggung, Audrey dikabarkan menerima gaji sekitar Rp 200 juta per bulan.

Sejatinya ada beberapa orang yang yang menaruh perhatian terhadap kecerdasan Audrey.

Salah satunya Presiden Indonesia, Jokowi.

Hal ini seperti dikutip GridHot.ID dari akun Twitter @nithasist yang mengunggah sebuah postingan pada 7 Juli 2019.

Dalam cuitannya, akun @nithasist menyebut Jokowi memberi tawaran spesial untuk Audrey.

Jokowi disebut menawarkan Audrey bekerja di lembaga pemerintah.

"Dia lgsg diterima kerja di Badan Antariksa Amerika (NASA) dgn gaji 200 jt/bln. Stlh ketemu Jokowi di KTT G-20 di Jepang kmrn, ditawari msk ke BPPT dan dgn antusias dia terima tanpa mikir brp gajinya. Dia hanya blg Indonesia Love You. Aku datang u/ mengabdi padamu ..... Terharu," tulis akun @nithasist.

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) adalah Lembaga Pemerintah Non-Kementerian yang berada dibawah koordinasi Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi yang mempunyai tugas melaksanakan tugas pemerintahan di bidang pengkajian dan penerapan teknologi.

Akan tetapi, terkait menyebarluasnya cerita mengagumkan tentang Audrey tersebut, pihak keluarga mengonfirmasi bahwa hal itu hoax atau tidak benar. Melalui pesan WhatsApp tertanggal 7 Juli 2019, Budi Lukito yang merupakan ayah Audrey mengatakan, "Soal ditawari NASA dan ketemu Pak Jokowi adalah tidak benar."

Meski demikian, sumber tersebut mengatakan bahwa informasi terkait pendidikan Audrey adalah benar. Sementara tawaran untuk bergabung dengan BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi), saat ini VIVA telah terhubung dengan BPPT dan pihak Humas sedang dalam proses follow up.

Terlepas dari itu, karena berita Audrey Yu sudah viral di media sosial, warganet ramai menjadikannya perbincangan dan tak sedikit yang mempercayainya sebagai sebuah kebenaran. Bahkan ada yang mencetuskan pandangan bahwa Indonesia tak siap menerima anak sejenius Audrey sehingga ditolak saat mendaftar sebagai TNI.

Dalam menyikapi berita yang viral ini, sebaiknya masyarakat bersikap kritis. Meski hoaks Audrey bukan kebohongan yang bernilai negatif, VIVA masih menelusuri kebenarannya dengan mengonfirmasi pihak yang bersangkutan.

Sumber: Grid; LineToday