SEDIH! 4 Hari Jelang Pernikahan, Aku Iseng Buka Facebook Calon Suamiku! Kejadian Selanjutnya Buat Hatiku Hancur Lebur Seperti Pasir!

JA (18) syok saat temannya menandai nama akunnya di Facebook pada status yang berisi kabar duka bahwa ZHH alias D (19), calon suami JA, meninggal.

Awalnya ia tak percaya, namun ternyata kabar duka itu bukanlah gurauan.

"Saya baru tahu kalau D meninggal saat buka Facebook. Ada temannya yang menandai saya di statusnya kalau D meninggal. Awalnya saya tidak percaya. Saya kira mereka hanya bercanda," katanya.

JA pun langsung telepon D, tetapi tak diangkat, sehingga dirinya langsung menuju ke rumah duka.

Sponsored Ad


Rumah D sudah ramai dengan banyak orang, dan bendera putih dikibarkan.

JA lantas bergegas masuk ke rumah D dan memeluk erat jenazah pria yang seharusnya menjadi pendamping hidupnya.

"Hancur sekali perasaanku. Tapi, saya akan terus mencoba untuk ikhlas. Saya sangat sayang dan cinta sama dia. Tapi Tuhan berkehendak lain," kata JA, yang tinggal sekampung dengan D.

"Setahun kami pacaran sebelum memutuskan untuk menikah," ujarnya seraya mengatakan D sosok pria yang baik dan penuh perhatian.

Sponsored Ad

JA mengaku, sebelum meninggal, ZHH kerap bilang ingin segera menikahinya karena merasa ajal yang akan menjemputnya sudah dekat.

Selain itu, firasat JA semakin kuat lantaran ia melihat ZHH tak punya semangat beberapa hari sebelum meninggal.

Undangan pernikahan ZHH dan JA yang seharusnya berwarna ungu, sesuai pesanan, pun malah datang dengan warna hitam.

Bahkan, beberapa undangan yang telah dicetak dan disebar itu kosong, tidak ada tulisannya.

Hal tersebut dianggap JA sebagai pertanda janggal sebelum pujaan hatinya meninggal.

Sponsored Ad

"Sering bilang begitu. Tapi saya selalu marah dan tidak mendengarkannya. Di undangan juga, sudah tersebar, tapi saat dibuka oleh keluarga, tidak ada tulisannya. Hanya sebatas kertas kosong," kata JA.

Diberitakan sebelumnya, D meninggal, Sabtu (7/7/2018), yakni empat hari jelang ijab kabul pada Kamis (12/7/2018).

Korban meninggal karena serangan jantung.

Ia diketahui memiliki riwayat penyakit bawaan tersebut sejak kecil.

Tenda pelaminan yang didirikan untuk menyambut tamu undangan pernikahan pun berubah untuk menerima para pelayat.

"Duka di bawah tenda pelaminan," tulis seorang kerabat yang melayat di rumah ZHH di Dusun Bengo, Kelurahan Limapoccoe, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.


Sumber : Tribunnews 

Kamu Mungkin Suka