Lagi Viral, Ini Kontroversi Wanita Yang Bawa Anjing Ke Masjid, Untuk Apa dan Mengapa?

Baru-baru ini sebuah video menjadi viral, dimana seorang wanita masuk ke masjid membawa anjing. Kasus ini pun makin berbuntut panjang dan menuai kontroversi, berikut ini merupakan kronologis dan sebab mengapa wanita tersebut bisa bawa anjing masuk ke masjid.

Menerka Motif Sebenarnya

Sponsored Ad

Kepolisian Resor Bogor masih menyelidiki motif sesungguhnya Suzethe Margaret, berulah dengan membawa anjing masuk ke masjid di kawasan Sentul, Bababakan Madang.

Aparat mendapati informasi yang simpang-siur. Misalnya dikatakan bahwa Suzethe mencari suaminya yang dia sebut memeluk agama Islam untuk menikah dengan wanita lain di masjid itu. Tetapi, sang suami yang belum diungkap identitasnya mengaku tak menikah dengan perempuan lain.

"Jadi, ini simpang-siur. Kalau dari keterangan saksi masjid, dia jelas cari suaminya," kata Kepala Polres Bogor, AKBP Andi Moch Dicky di kantornya, Senin 1 Juli 2019.

Sponsored Ad

Polisi mengaku sedikit kesulitan membuat kesimpulan atas peristiwa yang menjadi viral di media sosial itu. Sebab, Suzethe memberikan keterangan berbeda-beda, alias tidak konsisten ketika diperiksa. Suaminya pun tak tahu kejadian sebenarnya, karena tidak berada di lokasi ketika itu.

Fakta yang Ada

Berdasarkan informasi awal dan keterangan beberapa orang di Masjid Al Munawaroh itu, Suzethe dengan membawa anjingnya masuk dan mengomel-ngomel di masjid itu untuk mencari suaminya. Dia menyebut suaminya memeluk agama Islam lalu menikah dengan wanita lain di masjid itu.

Sponsored Ad

Tetapi, menurut Kepala Polres Bogor AKBP Andi Moch Dicky, si suami mengaku tak menikah dengan perempuan lain. Si suami bahkan sekarang mendampingi istrinya dalam pemeriksaan di kantor polisi.

"Kalau suaminya saat itu tidak ada di TKP, tidak menikah. Dan saat ini suaminya mendampinginya. Sudah diperiksa juga," katanya.

Pernah Dirawat di RS Jiwa

Sponsored Ad

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo mengatakan, pihaknya akan mendalami seberapa parah SM mengalami gangguan jiwa.

"Dari hasil pemeriksaan akan disampaikan ke media bahwa yang bersangkutan mengalami depresi jenisnya apa. Kan ada jenis-jenisnya dan yang bersangkutan juga memiliki riwayat pernah dirawat di RS jiwa," ujar Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin, 1 Juli 2019.

Selain itu, pihaknya juga akan memanggil dokter kejiwaan yang dulu pernah merawat SM untuk mengetahui kapan SM pernah menjalani perawatan kejiwaan.

Sponsored Ad

Tanggapan MUI Bogor

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bogor Ahmad Mukri Adjie menyatakan pihaknya memercayakan penanganan kasus perempuan ngamuk sambil membawa anjing ke dalam Masjid Al Munawaroh, Sentul City, Babakanmadang, Kabupaten Bogor kepada pihak kepolisian.

"Jangan terprovokasi dari pihak manapun, kita tunggu penyelesaiannya dari kepolisian. Mari kita tunggu kelanjutannya, terkait dengan pasal penodaan atau penistaan agama," jelasnya kepada wartawan di Mapolres Bogor, Senin (1/7/2019).

Sponsored Ad

Senada dengan MUI Bogor, Ketua Harian Dewan Masjid Indonesia (DMI) Syafruddin meminta peristiwa perempuan marah-marah sambil membawa anjing di Masjid Al Munawaroh Sentul, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat tak menjadi bahan perdebatan yang bisa berujung perpecahan.

Sponsored Ad

Dalam kasus ini ia berharap polisi mengusut tuntas secara transparan karena kasus ini sangat sensitif.

"Dan menginginkan pihak-pihak yang menangani, baik itu aparat penegak hukum maupun MUI di Kabupaten Bogor agar ditangani secara transparan; terbuka, tidak ada yang ditutupi," tutur dia.

"Semua dibuka ke publik dan media dibebaskan untuk mengakses prosesnya supaya tidak terjadi fitnah berita-berita bias yang bisa menghebohkan kehidupan masyarakat terutama kehidupan berbangsa dan bernegara, terutama kehidupan keumatan," sambungnya.

Sumber : Line Today

Kamu Mungkin Suka